google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Pementasan Teater Berdurasi Pendek

 Pementasan Teater Berdurasi Pendek


Pekerjaan pementasan dilaksanakan mulai dari persiapan, pementasan dan evaluasi pementasan. 

Persiapan pementasan yang dilakukan oleh tim manajemen produksi adalah yang berhubungan dengan memproduksi suatu produk tetapi selain pekerjaan yang bersifat artistik.

Pekerjaan-pekerjaan itu adalah pekerjaan yang bersifat administratif, misalnya kesekretariatan, pendanaan, dokumentasi, publikasi, dan persiapan gedung untuk latihan karya.

Pekerjaan pementasan karya merupakan wujud dari hasil pekerjaan manajemen produksi dan manajemen artistik yang menyatu dan dinikmati serta diapresiasi oleh penonton. 

Manajemen produksi langsung bekerja sesuai dengan bidang kerjanya, baik tim yang berada di bagian house

manager (bagian gedung, keamanan, ticketing, konsumsi, transportasi, penerima tamu), bagian dokumentasi, dan pimpinan produksi sebagai tuan rumah bagi para penonton.

Pekerjaan ini berfungsi sebagai bahan masukan kalau mau membuat karya yang baru. 

Pra Pementasan

1.Persiapan Pekerjaan Produksi

a. Pimpinan Produksi melaksanakan koordinasi dengan seluruh tim produksi tentang persiapan pementasan. Pimpinan Produksi menyususn rencana dan jadwal kerja produksi teater modern. Pimpinan Produksi mengkontrol / mengawasi pelaksanaan kerja yang berhubungan dengan produksi teater modern.  

b.Sekretaris melaksanakan kerja kesekretariatan, yaitu menyusun dan menyediakan surat – surat yang diperlukan untuk produksi teater. Sekretaris menyusun dokumen surat masuk dan surat keluar yang diperlukan untuk produksi – produksi teater.

c. Bendahara melaksanakan kerja pembukuan pendanaan yang diperlukan untuk produksi teater. Bendahara membuat laporan tentang ketersediaan dana yang diperlukan untuk produksi teater kepada pimpinan produksi.

d.Seksi Dokumentasi membuat perencanaan kebutuhan bahan dan peralatan dokumentasi yang diperlukan untuk produksi teater modern. Seksi dokumentasi melaksanakan dokumentasi proses produksi dan proses artistic.  

e. Seksi Publikasi merancang media publikasi yang akan digunakan dalam produksi teater. Seksi publikasi melaksanakan publikasi baik secara audio maupun visual (membuat poster dan menempel poster)

f. Seksi Pendanaan merencanakan dan merancang pencarian sumber dana yang dibutuhkan pada produksi teater, baik sebelum pementasan, maupun pada waktu pementasan. Seksi pendanaan juga melobi dan meyakinkan calon penyandang dana bahwa pementasan itu penting buat penyandang dana dan penting bagi tim produksi.

g.House Manager melaksanakan koordinasi dengan seksi – seksi yang ada di bawahnya (seksi keamanan, konsumsi, transportasi, ticketing dan peanggung jawab gedung) demi kenyamanan segenap kerja kru produksi dan kru artistic.  

h.Seksi Keamanan merencanakan dan melaksanakan pekerjaaan keamanan, baik pada masa persiapan pementasan maupun pada waktu pementasan. Tugas seksi keamanan termasuk menata parker kendaraan penonton pada waktu pementasan.  

i.  Seksi Konsumsi merencanakan dan mengadakan konsumsi selama masa persiapan pementasan dan pementasan, maupun setelah pementasan.

j.  Seksi Transportasi merancang dan mendata kebutuhan transportasi yang dibutuhkan selama masa persiapan pementasan dan ketika pementasan berlangsung. Seksi transportasi berkoordinasi dengan House manager tentang kebutuhan transportasi dan penyediaan transportasi yang dibutuhkan.

k.Ticketing mulai merancang dan mencetak tiket yang akan dijual pada waktu sebelum pementasan serta jauh hari sebelum pementasan berlangsung. Ticketing melaporkan hasil penjualan tiket kepada seksi pendanaan serta menyerahkan dananya pada seksi pendanaan.

l.  Penanggung Jawab Gedung sudah mulai mempersiapkan ruang untuk latihan dan gedung untuk pementasan teater modern. Penanggung jawab gedung juga bertanggung jawab pada kebersihan dan kenyamanan ruang untuk latihan pemeran dan sutradara serta kenyamanan pada waktu pementasan teater.

Penokohan dalam teater secara umum dibagi menjadi Tiga Bagian, yaitu : 

1.Tokoh Protagonis, adalah tokoh utama dalam lakon yang muncul ingin mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam mencapai cita – citanya.

2.Tokoh Antagonis, adalah tokoh yang muncul dalam lakon dan melawan atau menghalangi cita – cita tokoh  protagonist.

3.Tokoh Tritagonis, yaitu tokoh yang muncul dalam lakon dan berpihak pada kedua kubu atau malah berada diluar kedua kubu, tokoh tritagonis merupakan pihak ketiga.

Untuk dapat menguasai dan menghayati peran yang akan dimainkan, seorang pemeran bisa melakukan langkah kerja sebagai berikut :  

1.Mengumpulkan tindakan pokok peran, yaitu mengidentifikasi tindakan – tindakan dan laku yang akan dimainkan oleh pemeran. 

Mengumpulkan sifat dan watak peran dengan cara menganalisis sifat dan watak peran dalam naskah lakon.

3.Mencari penonjolan karakter peran dengan cara mencari bagian – bagian dalam naskah yang memungkinkan untuk ditonjolkan karakter dari peran tersebut.

4.Mencari makna dialog dari peran yang akan dimainkan.

5.Menciptakan gerakan – gerakan dan ekspresi peran.

6.Menemukan Timing yang tepat, baik timing gerakan maupun timing dialog.

7.Mempertimbangkan teknik pengucapan dialog peran.

8.Merancang garis pemeranan yang akan dimainkan sehingga setiap peran yang dimainkan mengalami perkembangan menuju titik klimaks.

9.Mengkompromikan rancangan peran yang akan dimainkan dengan sutradara.

10.Menciptakan bisnis acting dan bloking, berupa gerakan – gerakan kecil yang mendukung gambaran peran yang dimainkan.

11.Menghidupkan peran melalui imajinasi dengan cara menggambarkan peran yang dimainkan, mulai dari penampilan fisik harus diciptakan dengan jelas.

No comments:

Post a Comment