google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Budi Daya Tanaman Obat

Tanaman obat merupakan jenis tanaman yang sebagian atau seluruh tanamanya  digunakan sebagai obat, bahan atau ramuan obat obatan

Tanaman tersebut biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari : 

  • Temu lawak(Curcuma xanthorrhiza) mempunyai nama daerah, diantaranya koneng gede (Sunda) dan temu lobak (Madura). Tanaman ini merupakan tanaman tahunan yang tumbuh merumpun. Tanaman ini lebih cocok dibudidayakan di dataran sedang. Secara alami, temu lawak tumbuh dengan baik di lahn yang teduh dan terlindung dari teriknya sinar matahari. 
  • Jeruk Nipis(Citrus aurantifolia) biasanya tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang banyak terkena sinar matahari. Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan rumah dan di kebun. Buah jeruk nipis bermanfaat untuk meningkatkan kinerja pencernaan, menghambat penuaan, menurunkan berat badan, mengobati batuk, mengobati deman dan flu, mengobati ambeien, menyembuhkan amandel, dan mengobati batu ginjal.
  • Sirih (Piper betle) merupakan tanaman terna, tumbuh menjalar atau merambat menyerupai tanaman lada. Sirih dapat tumbuh di daerah tropis. Sirih dapat diperbanyak dengan cara stek batang. Daun sirih pada umumnya bermanfaat untuk menahan darah, menyembuhkan luka kulit (eksim), obat saluran pencernaan, menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan.
  • Patah Tulang ,Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) berasal dari afrika. Tanaman ini menyukai tempat yang terkena sinar matahari langsung. Tanaman ini memiliki ranting bulat silindris, daunnya jarang, kecil dan terletak pada ujung ranting yang masih muda.Patah tulang biasanya digunakan sebgai tanaman pagar, tanaman hias, atau tumbuh liar. Hampir seluruh bagian tanaman patah tulang dapat digunakan sebagai obat. 

Sarana Produksi Budidaya tanaman obat

Tanaman obat tidak harus ditanam di kebun atau pekarangan, dapat juga ditanam di polybag atau pot.
Berikut ini adalah bahan dan alat untuk budi daya tanaman obat sesuai dengan tempat membudidayakan.

Bahan
Benih atau bibit tanaman obat,Benih atau bibit tanaman obat sebagai cikal bakal tanaman, penting
diperhatikan pasa saat akan melakukan budi daya. 

Pupuk
Pertumbuhan tanaman akan baik bila kandungan unsur hara tanah ukup tersedia. Hampir semua tanaman memerlukan unsur hara makro (nitrogen, fosfor, kalium) dan mikro mineral.

Media tanam
Media tanam tanaman obat biasanya berupa tanah. Pilih tanah yang gembur dan subur. 

Pestisida
Pestisida diperlukan untuk mengatasi gangguan hama dan penyakit pada tanaman obat. Jenis pestisida yang dianjurkan berupa pestisida alami/nabati yang berasal dari tumbuhan.

Peralatan
Cangkul untuk membuat bedengan.Garpu untuk menggemburkan tanah.Kored untuk membersihkan gulma.Gembor untuk menyiram tanaman.Polybag pot atau wadah dari limbah botol mineral.Sekop untuk memasukkan media tanam ke dalam wadah.Cangkul.

Tanaman obat dapat dimanfaatkan bedasarkan bagian tanamannya, seperti : daun, akar, rimpang, buah, biji, batang dan bunga.

Sarana produksi budi daya tanaman obat meliputi bahan : benih/bibit, media tanam, pupuk , pestisida alat pengolahan tanah dan perawatan. 

Tahapan budi daya tanaman obat meliputi:pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, perawatan, panen , dan pasca panen. 

Perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan cara vegetative  alami, atau generative. 

Cara Generatif

Beberapa jenis tanaman obat yang perbanyakannya dilakukan dengan menggunakan biji adalah, Seledri,  meniran, sambiloto, mahkota dewa, dan pala. Pembibitan tanaman obat ini dilakukan dengan beberapa tahapan sebelum bibit siap untuk dipindahkan ke lahan.

Jumlah bibit yang harus disiapkan dihitung berdasarkan jumlah populasi tanaman yang akan ditanam di lahan ditambah bahan tanaman untuk penyulaman untuk mengganti  tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik.

Cara vegetatif 

Cara vegetatif dapat dilakukan secara alami ataupun buatan. Perbanyakan vegetatif alami dilakukan dengan tunas, rhizome, geragih, umbi batang, dan umbi lapis. Sedangkan perbanyakan vegetatif buatan dilakukan dengan cara stek, runduk, okulasi, menyambung, dan cangkok.

Keuntungan memperbanyak tanaman dengan cara vegetatif seperti ini ialah dapat memperoleh hasil yang sama dengan tanaman induk dan membutuhkan waktu produksi yang lebih sedikit. Disamping itu tanaman hasil perbanyakan vegetatif pun memiliki perakaran yang kurang kuat.

Panen dan Pascapanen 

Umur panen dan bagian yang akan dipanen juga memengaruhi cara panen dan pengelolaan pascapanen.


  1. Daun; Pemanenan daun tanaman obat harus dilakukan dengan hati-hati karena daun bertekstur lunak dan mudah rusak. Umur petik daun tiap tanaman juga berbeda, ada yang dipanen saat daun masih muda, seperti: kumis kucing dan teh
  2. Rimpang ; Umumnya dapat dipanen pada umur 8-12 bulan. Ketika daun tanaman sudah mulai menguning dan mengering, rimpang tanaman siap dipanen. Setelah dipanen, rimpang dibersihkan dari kotoran, benda asing, serta rimpang busuk. 
  3. Biji; Banyak mengandung tepung, protein, dan minyak. Kadar air biji saat dipanen berbeda-beda bergantung pada umur panen tanaman obat tersebut. Makin tua umur biji, makin rendah kadar airnya. Sebaiknya hindari tempat lembap untuk penyimpanan
  4. Akar; Untuk akar yang mengandung banyak air pengeringannya dilakukan secara perlahan-lahan guna menghindari pembusukan dan fermentasi.


Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam, seorang hobiis harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya. 8erdasarkan jenis bahan penyusunnya, media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik.

Media tanam Dari bahan Organik 

  • Arang 
  • Batang Pakis 
  • Kompos
  • Moss 
  • Pupuk Kandang 
  • Sabut Kelapa 
  • Sekam Padi 
  • Humus


Media Tanam Bahan Anorganik

  • Gel 
  • Pasir 
  • Kerikil 
  • Pecahan Batu Bata 
  • Spons
  • Tanah Liat 
  • Vermikulit dan perlit
  • Gabus 


Media tanam yang baik harus memiliki persyaratan: memiliki kemampuan mengikat air dan menyimpan unsur hara dengan baik, tidak menjadi sumber penyakit, memiliki  banyak rongga sehingga mampu menyimpan oksigen yang diperlukan untuk proses respirasi. 



No comments:

Post a Comment