google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Pengetahuan Tentang Gizi Salah

Gizi salah ialah : suatu keadaan yang disebabkan ketidak seimbangan antara jumlah zat gizi yang dikonsumsi dan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Gizi
Saat tubuh kekurangan gizi, ada beberapa tanda yang dapat muncul, yaitu:

  • Penurunan berat badan.
  • Mudah lelah.
  • Konsentrasi menurun.
  • Gusi dan mulut sering luka atau nyeri.
  • Kulit dan rambut kering.
  • Jaringan lemak dan otot di dalam tubuh berkurang.
  • Pipi dan mata cekung.
  • Pembengkakan di bagian tubuh tertentu, seperti di perut, wajah atau kaki.
  • Mudah terkena infeksi karena melemahnya sistem kekebalan tubuh.
  • Proses penyembuhan luka menjadi lambat.
  • Mudah kedinginan.
  • Perubahan mood atau suasana hati.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mudah terjatuh karena otot melemah.




terjadi karena kurangnya asupan protein dan makronutrien lain yang merupakan sumber energi atau kalori, yaitu karbohidrat dan lemak.
Berdasarkan jenis nutrisi yang kurang, Gizi salah energi protein dapat dibagi menjadi:

  • Kwashiorkor, yaitu bentuk Gizi salah yang disebabkan oleh kekurangan asupan protein dalam jangka waktu yang lama.
  • Marasmus, yaitu bentuk Gizi salah yang disebabkan oleh kekurangan asupan protein dan kalori.
  • Marasmus-kwashiorkor, yaitu bentuk Gizi salah energi protein berat yang merupakan kombinasi keduanya.


1. Kulit kering
Orang-orang yang kekurangan vitamin A lebih berisiko terkena masalah pada kulit, terutama penyakit eksim dan kulit kering. Hal itu terjadi karena vitamin A merupakan salah satu vitamin penting yang ikut berperan dalam membantu menciptakan dan memperbaiki sel-sel kulit.

2. Mudah terserang infeksi
Vitamin A memiliki peranan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Kurang asupan vitamin A dikaitkan dengan berbagai risiko infeksi seperti ISPA, pneumonia, diare, dan campak. Mereka yang kekurangan vitamin A, terutama anak-anak, berisiko terkena komplikasi campak. Oleh karena itu, asupan vitamin A penting untuk dipenuhi agar daya tahan tubuh tetap kuat.

3. Risiko kanker meningkat
Kaitan antara kekurangan vitamin A dengan kanker masih menjadi perdebatan. Namun menurut suatu riset, rendahnya kadar vitamin A dalam tubuh berisiko memicu tumbuhnya sel-sel kanker.

Meski demikian, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan seberapa besar pengaruh kekurangan vitamin A terhadap munculnya kanker.

4. Gangguan pertumbuhan pada anak
Anak-anak membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Salah satu nutrisi yang juga perlu tercukupi adalah vitamin A. Kekurangan vitamin A pada anak-anak dalam jangka panjang diketahui dapat membuat pertumbuhan anak terhambat, sehingga tubuh anak menjadi lebih pendek dari teman-teman sebayanya.

5. Masalah kesuburan
Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan masalah kesuburan atau infertilitas. Salah satunya adalah kekurangan vitamin A. Tidak hanya pada wanita, gangguan kesuburan akibat kekurangan vitamin A juga bisa terjadi pada pria.

Lebih jauh lagi, kekurangan vitamin A juga dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran dan kelainan genetik atau cacat bawaan lahir pada janin yang dikandung.

gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kurangnya asupan vitamin B:

  • Vitamin B1 (thiamine) : Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan penyakit Wernicke. Beri-beri dapat dikenali dari gejala sesak napas, gerakan mata yang tidak normal, detak jantung meningkat, kaki bengkak, dan muntah-muntah.
  • Vitamin B2 (riboflavin) :Kekurangan vitamin B2 dapat dikenali dengan munculnya gejala berupa anemia, mata merah, kulit kering, bibir pecah-pecah, infeksi mulut, hingga sensitif terhadap cahaya.
  • Vitamin B3 (niacin) :Tanpa vitamin B3, tubuh akan mudah mengalami kelelahan, gangguan pencernaan, sariawan, muntah, kelelahan, hingga depresi.
  • Vitamin B5 (pantothenic acid): orang yang kekurangan vitamin B jenis ini akan mengalami sakit kepala, tubuh terasa lelah, mudah emosi, sensasi perih pada lengan atau kaki, mual, rambut rontok, denyut jantung meningkat, dan gangguan pencernaan .
  • Vitamin B6 (pyridoxine): Kekurangan vitamin B6 mengakibatkan anemia dan gangguan kulit, seperti ruam atau pecah-pecah di sekitar mulut.
  • Vitamin B7 (biotin) :munculnya gejala berupa rambut rontok, kulit kering, ruam bersisik di sekitar mata atau mulut, mata kering, kelelahan, dan depresi.
  • Vitamin B9 (folat) :Tidak cukupnya vitamin B9 dalam tubuh bisa menimbulkan beragam gangguan kesehatan, seperti tubuh terasa lelah, sesak napas, rambut beruban, sariawan, pertumbuhan tubuh yang buruk, dan lidah membengkak.
  • Vitamin B12 : tubuh ditandai dengan penyakit kuning (jaundice), anemia, kehilangan nafsu makan, gangguan penglihatan, susah buang air besar, detak jantung tidak teratur, hingga napas sesak.


Kekurangan Vitamin C

jika tubuh kekurangan vitamin C maka tubuh : Masalah kulit,Luka sulit sembuh,Mudah memar,Tubuh mudah lelah,Gusi mudah berdarah dan gigi copot,Berat badan naik,Sistem kekebalan tubuh lemah,Nyeri sendi,Skorbut

Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kekuatan tulang. Biasanya ditandai dengan tulang kaki yang bengkok. Pada anak-anak, kondisi ini disebut penyakit rakitis, sedangkan pada orang dewasa, disebut osteomalacia.

Selain gangguan tulang, defisiensi vitamin D juga diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit, seperti:

  • Osteoporosis.
  • Radang sendi.
  • Penyakit infeksi, seperti pneumonia, sepsis, dan TBC.
  • Depresi
  • Sakit kepala dan migrain.
  • Demensia.
  • Diabetes.
  • Obesitas
  • Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung.
  • Multiple sclerosis.
  • Rambut rontok.
  • Kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat.


Kekurangan Vitamin K
Kekurangan vitamin K dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:

Perdarahan hebat
  1. Osteoporosis
  2. Penyakit jantung


Kekurangan Zat mineral 
Kurang kalsium dan fosfor  : Tubuh membutuhkan kalsium untuk memperkuat tulang dan gigi. Selain itu, organ vital tubuh seperti jantung juga mengandalkan kalsium untuk berfungsi dengan baik. Ketika kekurangan kalsium terjadi, tubuh Anda akan rentan dengan penyakit tulang ini:

  • Osteoporosis (kepadatan tulang menurun)
  • Osteopenia (rendah atau hilangnya kepadatan tulang) 


Kurang Zat Besi  
Tanda dan gejala kekurangan zat besi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung usia, tingkat keparahan anemia, dan kondisi kesehatan Anda saat ini. Kalau tubuh sedang tidak bugar, maka Anda dapat lebih mudah mengalami kekurangan zat besi, juga rentan terkena penyakit lainnya.

Kurang yodium
Kekurangan asupan yodium menyebabkan penurunan produksi hormon tiroid di dalam tubuh hingga menyebabkan penyakit hipotiroid dan penyakit gondok. Hormon tiroid berperan besar dalam mengatur berbagai fungsi anggota tubuh. 


No comments:

Post a Comment