google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Norma Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Kita Wajib untuk mentaati aturan dan hukum yang ada dalam masyarakat ,Karena dengan mentaati hukum  maka kehidupan akan aman , tertib, tentram dan damai seperti yang kita selalu dambakan .
Banyak diantara kita yang belum taat dengan Norma atau aturan hukum yang berlaku di negara kita ,tapi apakah aturan - aturan yang banyak dilanggar itu perlu kita biarkan ?sebaiknya kita sebagai pelajar penerus bangsa tidak ikut - ikutan mencontoh tindakan melanggar aturan itu. Sebaiknya sekarang kita mulai pelajari apa saja norma - norma dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kehidupan bermasyarakat yang mana kita ketahui kita ini negara bhineka tunggal ika yang mempunyai banyak suku , budaya dan macam - macam agama yang hidup bersama di negara kita ini yang pasti akan ada perbedaan kepentingan yang kadang kala dapat menimbulkan adanya perselisihan , perpecahan bahkan menjurus ke arah terjadinya kekacauan .Untuk menghindari adanya perselisihan tersebut ada aturan yang berlaku dalam pergaulan hidup di masyarakat .tatanan hidup tersebut yang biasanya di namakan norma .



Sebagai koridor perilaku manusia dalam hidup bermasyarakat, norma memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah :


  • Mengontrol perilaku manusia
  • Membantu memenuhi kebutuhan sosial manusia
  • Membantu dalam memprediksi perilaku manusia
  • Bertindak sebagai alat ukur atau parameter untuk mengevaluasi perilaku manusia
  • Bertindak sebagai sesuatu yang sangat ideal dalam situasi tertentu
  • Membantu dalam membentuk tatanan sosial dengan cara meredakan ketegangan serta konflik yang terjadi dalam masyarakat



Ciri khas norma atau karakteristik norma dapat dilihat dari pengertian norma itu sendiri. Karenanya,norma memiliki beberapa ciri khas, yaitu :


  1. Norma merupakan bagian dari masyarakat.
  2. Norma dapat bersifat positif maupun negatif.
  3. Norma selalu berkait erat dengan sanksi.
  4. Norma memiliki situasi.
  5. Norma dapat bersifat formal maupun informal.
  6. Norma dapat dipelajari oleh seorang individu melalui interaksi dengan orang lain yang disebut dengan proses sosialisasi.


Dalam setiap kelompok masyarakat terdapat macam-macam norma sebagai suatu pedoman bagi anggota masyarakat untuk bertingkah laku agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan apabila melanggar norma-norma tersebut maka akan dikenakan sanksi. Terdapat beberapa norma yang berlaku dalam masyarakat, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma hokum, dan norma kesopanan.


Norma agama merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang berasal dari Tuhan. Norma ini bersifat dogmatis, artinya tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambah. Maka, setiap orang dituntut untuk menjalankan norma sesuai dengan agama atau kepercayaannya masing-masing.

Karena didasarkan pada agama dan kepercayaan masing-masing, norma agama biasanya sudah diatur dalam kitab suci. Misalnya, larangan menyekutukan Allah, melaksanakan sholat, dan masih banyak lagi.

Apabila tidak menjalankannya dengan baik, maka akan diberikan sanksi atau hukuman. Namun sanksi dalam norma agama tidak langsung diberikan saat itu juga, melainkan sanksi atau hukuman setelah manusia meninggal, misalnya mendapat dosa, siksa neraka, atau lainnya.


Norma hukum adalah peraturan hidup yang dibuat oleh lembaga kekuasaan negara yang bertujuan mewujudkan ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat, menciptakan keadilan dan kepastian hukum. Sehingga bisa melindungi kepentingan orang lain, misalnya berkaitan dengan jiwa, badan,kehormatan dan kekayaan harta benda.


Norma ini bertujuan untuk menciptakan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang tertib, aman, rukun, dan damai. Sanksi dalam norma hukum ditentukan sesuai dengan peraturan yang ada.

Sanksinya pun bersifat mengikat, artinya bagi para pelaku yang melanggar akan dikenai sanksi seperti dipenjara atau denda. Contohnya setiap warga negara Indonesia wajib membayar pajak, jika melanggar akan dikenakan denda.

3. Norma kesusilaan.

Norma susila adalah peraturan hidup yang bersumber dari hati nurani manusia. Norma ini menentukan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai kabaikan yang ada dalam diri masing masing orang.

Dengan adanya norma kesusilaan, manusia diharapkan mampu berbuat baik serta mencegah manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk. Biasanya norma kesusilaan merupakan aturan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari pada lingkungan masyarakat.

Contoh norma kesusilaan misalnya sikap jujur dan adil dalam masyarakat, tidak menfitnah orang lain, tolong menolong, bersikap ramah dengan tetangga dan masih banyak lagi.

Tidak ada sanksi khusus yang diatur dalam norma kesusilaan, namun kebanyakan sanksinya adalah sanksi sosial, seperti dikucilkan masyarakat.

4. Norma kesopanan atau adat.

Norma kesopanan erat kaitannya dengan adat, kerena itulah nama lain dari norma kesopanan adalah norma adat. Dengan keadaan beragam suku dan budaya di Indonesia, norma kesopanan yang berlaku pun akan berbeda pada setiap masing-masing daerah.

Norma ini biasanya juga tak tetulis secara jelas, sehingga hanya masyarakat daerahnya saja yang mengetahui. Sanksinya pun juga menggunakan sanksi sesuai adat dan tradisi.

Beberapa contoh misalkan di Jawa, kita harus menggunakan bahasa halus ketika berbicara dengan orang tua. Kemudian pada daerah lain seperti Kalimantan, ada upacara aruh baharin, yakni menyembunyikan gelang kuningan. Upacara ini dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur atas panen padi.

No comments:

Post a Comment