google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Jaringan - Jaringan Pada Hewan Dan Tumbuhan

hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel. Tiap sel memiliki fungsi tertentu untiuk kelangsungan hidup suatu organisme. Kelangsungan hidup sel bergantung pada pengeluaran secara terus menerus zat-zat sisa metabolisme yang dihasilkan oleh sel pada saat melakukan berbagai reaksi.

Ukuran dan bentuk sel pada setiap organisme memiliki kekhususan fungsi yang dikerjakan oleh sel yang bersangkutan. Sel darah merah berbentuk seperti cakram dan pipih untuk memudahkan sel darah merah bergerak di dalam pembuluh darah yang sempit.

Sedangkan bentuk sel saraf menjulur, panjang, dan halus, berfungsi mengirimkan rangsang (impuls) ke tubuh. Pada organisme bersel satu, semua fungsi dan kegiatan kehidupannya dilakukan oleh sel tunggalnya itu sendiri.

Pada organisme bersel banyak, satu selnya tidak bekerja sendiri, tetapi beberapa sel yang bentuk dan ukurannya sama bekerja sama dan berinteraksi untuk melakukan semua kegiatan hidupnya.


Jaringan pada hewan hampir sama dengan jaringan yang ada pada manusia. Jaringan pada hewan terdiri dari empat kelompok, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat atau penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf.

1) Jaringan Epitel
Jaringan epitel tersusun dari sel-sel pengikat sebagai penutup dan pelindung tubuh, alat tubuh, dan jaringan lainnya. Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung tubuh, penyerap zat-zat yang diperlukan dan penerima rangsang. Jaringan epitel juga berfungsi untuk mengeluarkan getah yang mengandung enzim atau hormon.

2) Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat atau penyokong tersusun dari sel-sel pengikat sebagai jaringan yang berfungsi untuk mengikat, melindungi, dan menguatkan berbagai jaringan dan organ. Jaringan pengikat terdiri dari jaringan tulang rawan, jaringan tulang keras, jaringan darah, dan jaringan limfa.

Jaringan tulang rawan ataupun tulang keras berfungsi untuk menguatkan tubuh dan melindungi bagian-bagian tubuh yang lemah. Jaringan tulang rawan dapat ditemukan pada hidung, daun telinga, dan tenggorokan. Jaringan tulang keras berfungsi sebagai tempat melekatnya otot dan sebagai sumber kalsium dan fosfat.

Jaringan darah berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh dan membawa zat sisa metabolisme keluar sel. Selain itu, darah juga berperan dalam sistem pertahanan tubuh.

3) Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun oleh sel-sel otot yang mengandung serabut-serabut yang disebut miofibril yang terdiri dari jaringan otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

Jaringan otot lurik pada umumnya terdapat pada rangka, memiliki inti sel yang banyak, dan cara kerjanya di dalam kesadaran. Otot polos terdapat pada alat tubuh bagian dalam, memiliki inti sel satu, cara kerjanya di luar kesadaran.

4) Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel saraf, dendrit, dan akson. Dendrit merupakan serabut bercabang pendek yang menghantarkan implus (rangsang) ke badan sel saraf.

Adapun akson atau neurit merupakan serabut panjang yang tunggal, berfungsi untuk membawa impuls dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya.



Jaringan tumbuhan adalah sel-sel yang memiliki tujuan untuk membentuk suatu energi pada tumbuhan. Jaringan tumbuhan dan jaringan hewan itu sangat berbeda. Berdasarkan sifatnya, ada dua macam jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu jaringan muda (jaringan meristem) dan jaringan dewasa. Berikut adalah penjelasannya.

1. Jaringan muda (Meristem)

Jaringan muda atau meristem adalah jaringan dengan sel-selnya yang selalu aktif untuk membelah. Sel-sel yang dihasilkan dari pembelahan ini akan mengalami pendewasaan dan membentuk jaringan lain dengan fungsi tertentu. Jaringan muda biasanya terdapat pada ujung akar dan disebut sebagai meristem apikal. Ciri-ciri dari jaringan muda adalah memiliki dinding sel yang tipis, kaya akan protoplasma, bentuk selnya  isodiametris, tidak memiliki cadangan makanan dan vakuolanya kecil-kecil.

2. Jaringan dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah tidak aktif lagi. Dalam hal ini jaringan sedang mengalami diferensiasi. Jaringan dewasa ini terbentuk melalui proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun sekunder. Jaringan dewasa ini dibagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

a. Jaringan parenkim

Jaringan parenkim atau bisa disebut sebagai jaringan dasar adalah jaringan dasar yang dimiliki oleh semua tumbuhan. Parenkim ini terdiri dari akar, batang, daun, xylem floem. Apabila salah satu bagian dari organ tersebut mengalami kerusakan, maka akan segera diganti dengan jaringan yang baru. Jaringan parenkim ini berfungsi untuk fotosintesis, respirasi, sekresi, air dan menyimpan cadangan makanan.

b. Jaringan kolenkim

Jaringan kolenkim atau bisa disebut dengan jaringan penguat merupakan jaringan yang berasal dari bagian sudut dinding sel dan selulosanya akan menebal.

c. Jaringan sklerenkim

Jaringan sklerenkim ini berfungsi untuk menopang organ-organ tua. Berdasarkan bentuknya, jaringan sklerenkim dibagi menjadi dua yaitu fiber dan sklereid.

d. Jaringan xilem

Jaringan xilem ini merupakan jaringan yang berfungsi untuk mengangkut air dan juga mineral dari dalam tanah menuju daun agar diolah menjadi makanan melalui proses fotosintesis.

e. Jaringan floem

Jaringan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis berupa  karbohidrat, kemudian diedarkan keseluruh tubuh tumbuhan.

No comments:

Post a Comment