google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Bahasa Indonesia Bab Menyusun cerita Pendek


Tujuan dasar naratif adalah untuk menghibur dan memikat pembaca atau pendengar. Naratif juga bertujuan memberi pengetahuan, ajaran, atau sebagai pendapat untuk mengubah perilaku. Tujuan ganda naratif adalah untuk mendidik dan menghibur. Ada kalanya tujuan "mendidik" dapat berubah menjadi "merusak". Sebagai pembaca dan penikmat, kita harus hati-hati memilih bacaan agar tidak mendapat efek negatif.

Ada beberapa tipe naratif. naratif dapat berupa karya imajiner, faktual, atau kombinasi keduanya. teks naratif misalnya cerita peri misteri, fiksi ilmiah, Roman, cerita horor, cerita petualangan, fabel, mitos legenda, naratif historis, Balada pengalaman pribadi dan lembar kehidupan. novel, film drama dan cerpen juga termasuk dalam teks naratif.

Naratif merupakan teks yang berfokus pada tokoh khusus. fungsi sosial naratif adalah menceritakan kisah atau peristiwa lalu untuk penghiburan khalayak. dalam naratif terdapat urutan peristiwa orang atau tokoh yang berada dalam waktu dan tempat tertentu titik teks naratif berbeda dengan recount atau menceritakan kisah yang telah terjadi dalam hal struktur retorika urutan dalam teks naratif berkaitan dengan konflik atau masalah atau krisis peristiwa dan berakhir pada penyelesaian krisis sebagai resolusi.

Cerita pendek /cerpen mengangkat persoalan kehidupan manusia secara khusus. tema cerpen berasal dari persoalan keseharian hingga renungan filosofis yang Dipotret dari kehidupan nyata. tokoh dan latar bisa saja di rekayasa demi kepentingan keindahan cerita dan sekaligus membedakannya dengan teks cerita pengalaman nyata.

Seni Budaya Bab Tari Kreasi


Seni tari
dalam perkembangannya terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman dan terkait dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang sangat signifikan, tidak terputus satu sama lain, saling berkesinambungan dan dinamis. Tari kreasi baru memiliki kebebasan dalam penciptaan. Beberapa koreografer yang memiliki inspirasi dari daerah – daerah lain, sehingga tarian tersebut sering disebut dengan tari kreasi baru. 

Pengertian Tari Kreasi 

Pengertian tari kreasi adalah jenis tari yang koreografinya masih bertolak pada tari tradisional atau pengembangan dari pola-pola tari yang sudah ada. Terbentuknya tari kreasi karena dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain atau negara lain maupun hasil kreativitas penciptanya.

Sebagai contoh, Tari Gebyar Trompong, Tari Oleg Tambulilingan, Tari Manuk Rawa (Bali), Tari Karonsih (Jawa tengah), Tari Kipas, dan Tari Mainang Pulo Kampu (Sumatra).

Pelajaran Seni Budaya Bab Perancangan Pementasan


 Perancangan Pementasan 

Musyawarah Produksi Seni Pertunjukan

Musyawarah produksi seni pertunjukan bertujuan untuk membentuk kelompok kerja dalam memproduksi seni pertunjukan. Dalam musyawarah ini akan menentukan panitia kelompok kerja bagian produksi dan bagian artistik.

Langkah pertama adalah menentukan lakon cerita yang akan dipentaskan. Pilihlah naskah lakon cerita itu dari hasil karya latihan menulis naskah lakon yang sudah dipelajari. Setelah menentukan naskah lakon, maka langkah selanjutnya adalah membuat kelompok kerja produksi seni pertunjukan.

Perancangan Pementasan

Manajemen secara etimologi berasal dari kata to manage yang berarti mengatur atau merencanakan. Tujuan utama dalam mempelajari manajemen adalah: Pertama, agar orang atau kelompok dapat bekerja secara efisien.

Kedua, tujuan mempelajari manajemen agar dalam bekerja atau melakukan usaha dapat dicapai ketenangan, kelancaran, dan kelangsungan usaha itu sendiri.

Kerajinan Berbasis Media Campuran

 Kerajinan Berbasis Media Campuran  


A. Prinsip Kerajinan Berbasis Media Campuran

Adapun prinsip perubahan strateginya adalah sebagai berikut :

1. Merupakan penggabungan dari berbagai bahan yang tidak memiliki reaksi kimia tertentu ketika dilakukan penggabungan, misalnya bahan yang digunakan dapat membuat bahan lainnya terkikis atau

berkarat dan sebagainya.

2. Bahan yang digunakan terdiri dari berbagai jenis. Tidak hanya satu saja melainkan lebih dari satu, dapat dua, tiga atau lebih. Semua bergantung kepada rancangan kebutuhan dari produk kerajinan yang akan dibuat.

3. Bahan dapat terdiri dari bahan homogen, atau heterogen. Misalnya bahan alam dengan bahan alam, bahan buatan dengan bahan buatan, dapat pula bahan alam dengan buatan. Tidak terjadi perubahan fisik pada salah satu bahan yang digabungkan, misalnya terjadi lelehan setelah direkatkan dan sebagainya.

4. Masing-masing bahan memiliki karakteristik sendiri yang saling mendukung terwujudnya keindahan (estetika) dari sebuah produk kerajinan yang dibuat.