google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Makna Harmoni dalam Keberagaman Sosial Budaya, Ekonomi, dan Gender dalam Bhinneka Tunggal Ika


Makna Harmoni dalam Keberagaman Sosial Budaya, Ekonomi, dan Gender dalam Bhinneka Tunggal Ika

1. Harmoni dalam Keberagaman Sosial Budaya

Seperti halnya konser musik maka keadaan sosial budaya pada masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, diperlukan adanya harmonisasi dalam masyarakat. Terciptanya paduan keselarasan, saling menghormati, menyayangi serta menyinergikan dan menyelaraskan segala macam perbedaan secara ikhlas dan alamiah di lingkungan sosial budaya. Kehidupan masyarakat Indonesia yang berasal dari latar belakang yang beragam suku, budaya, agama, tradisi, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya merupakan kodrat yang harus diterima oleh bangsa Indonesia.

Keberagaman sosial pada masyarakat Indonesia melahirkan bermacam-macam status sosial, mata pencaharian, serta kedudukan dan jabatan dalam masyarakat.

Kekayaan bangsa Indonesia juga nampak dari keanekaragaman budaya daerahnya yang memiliki ciri khas masing-masing, berupa alat musik tradisional, senjata tradisional, rumah adat, lagu-lagu daerah, kerajinan tradisional, pakaian adat, bahasa daerah, makanan tradisional, dan lain-lain yang akan terasa harmoninya jika diselenggarakan festival budaya daerah.

Peraturan Perundang - undangan Yang Mengatur Bela negara


Peraturan Perundang - undangan Yang Mengatur Bela negara 

Ketentuan konstitusional bela negara di antaranya sebagai berikut

1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Pasal 27 ayat (3) tentang pembelaan negara, Pasal 30 tentang pertahanan negara

2. TAP MPR RI Nomor VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia

3. TAP MPR RI Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran Tentara Nasional Indonesia dan Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia

Undang-Undang, yang meliputi : 

  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara 
  • Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia
  • Pasal 68 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun  2014 tentang Pemerintahan Daerah


Makna Bela negara Kesatuan Republik Indonesia


Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Dalam Pasal 27 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dijelaskan bahwa setiap warga negara itu memiliki hak dan kewajiban dalam upaya pembelaan negara. Upaya bela negara, selain sebagai kewajiban dasar manusia juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.


Selanjutnya, ditegaskan dalam Pasal 9 ayat (1) UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”. Kata “kewajiban” dalam ketentuan tersebut, mengandung makna bahwa dalam keadaan tertentu, negara dapat memaksa setiap warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara.


Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan


Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan

Bahan hasil peternakan dan perikanan yang masih mentah memiliki kandungan air yang tinggi jadi bahan bahan pangan cepat mudah rusak. Cara pengolahan yang benar saat digunakan agar tidak cepat basi biasanya berupa pengawetan, pembekuan, pengeringan , pengasapan , airing.


A.PENGOLAHAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN MENJADI MAKANAN SIAP SAJI

Dimulai dari Daging, Siapa yang tidak kenal dengan daging. Daging merupakan bahan olahan lunak dari tubuh hewan yang terbungkus kulit dan melekatnya pada tulang menjadi bahan olahan bahan pangan. Daging dibedakan menjadi dua, yaitu daging warna merah dan putih. Daging merah berasal dari hewan berkaki empat seprti sapi, kambing, onta , dan kerbau.

Sedangkan hewan yang berkaki putih berasal dari unggas seperti ayam, bebek , burung dan lain-lain.


PENGERTIAN PETERNAKAN DAN PERIKANAN

Peternakan merupakan kegiatan mengembangbiakkan dan pemeliharaan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Hewan yang umum diternakkan antara lain: sapi, ayam, bebek, kambing, dan domba.

Contoh hasil peternakan sebagai bahan pangan antara lain: daging, telur, dan susu.

Perikanan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayati perairan yang bertujuan untuk menyediakan sumber pangan bagi manusia. Sumber daya hayati perairan umumnya mencakup ikan dan avertebrata (hewan tidak bertulang belakang) yang hidup di daerah perairan.

Contoh hasil perikanan sebagai bahan pangan antara lain: ikan, udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, rumput laut, dan lainnya.