google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

Elemen & Komponen yang Ada Pada Blog/Website


Sebagai seorang pengguna internet, Operator atau bahkan web developer kita harus mengenal dan mengetahui elemen atau hal-hal yang ada pada sebuah website. Sebab, bagaimanapun, setiap kita terkoneksi internet dan menggunakannya kita tidak akan terlepas dari sebuah aplikasi bernama “Web”. Oleh karena itu, bahkan untuk anda yang masih sangat awam, artikel ini harus anda baca karena merupakan sebuah pengenalan penting yang sederhana dan lugas mengenai komponen dan elemen yang sering “tertempel” pada sebuah website maupun blog.

 

Sebuah website tersusun dari komponen dan elemen dengan fungsinya masing-masing, lalu terkumpul dan saling berkaitan. Mungkin tanpa anda sadari, saat membaca artikel ini juga sebenarnya anda sedang menggunakan fungsi dari elemen-elemen itu. Nah, untuk mengenalinya lebih jauh, berikut ini adalah daftar elemen website yang umumnya tertampil.

 

Daftar Isi Postingan           

Komponen Dasar

1. Title

2. Nama Domain

3. Alamat URL

4. Link/tautan

5. Header

6. Konten/Isi

Elemen yang sering ada di sebuah Blog/Website

7. Sidebar

8. Widget

9. Footer

10. Navbar

11. Menu

12. Breadcrumb

13. Form

14. Sharing button bar (Bar tombol berbagi)

15. Popup


PENJELASAN BAGIAN-BAGIAN DIATAS DAPAT DILIHAT>>>> DISINI.<<< Silahkan Klik

Trik Menggunakan Handphone Dalam Pembutan Foto dan Video Yang Baik

Liputan6.com

 HP menjadi andalan kita dalam mengabadikan momen penting di hidup kita. Oleh karena itu, kamera menjadi fitur yang penting untuk memotret dan merekam Objek video.

Tetapi, sebagian orang tidak bisa mengoperasikan kamera untuk merekam Objek video dengan baik. Sehingga, hasilnya terlihat amatir dan asal-asalan. Padahal, semua orang bisa merekam Objek video dengan baik apabila mengerti basic-nya. 

1. Jangan merekam Objek video dengan posisi vertikal

Biasanya, kita merekam Objek video dalam posisi vertikal supaya mudah ketika diunggah di Instagram atau WhatsApp Stories.Objek video vertikal memang terlihat bagus di smartphone, tetapi tidak di device lain. Layar komputer, televisi dan tampilan website memiliki tampilan landscape alias horizontal.Sehingga, Objek video yang direkam dalam posisi vertikal tidak akan terlihat bagus di device lain. Objek video vertikal akan terlihat sempit, kecil dan memiliki cakupan fokus yang tidak luas.Oleh karena itu, kamu perlu membiasakan diri untuk merekam Objek video dalam posisi horizontal. Biar enak dilihat kalau suatu saat Objek video ini diunggah ke Chanel YouTube!

2. Pakai tripod agar hasilnya lebih stabil

Tak jauh berbeda dengan kamera DSLR dan mirrorless, kamu juga butuh tripod untuk smartphone. Terlebih, jika ingin merekam Objek video tertentu, seperti timelapse atau Objek video blog (vlog). Ada beberapa jenis tripod yang tersedia di pasar, misalnya tripod dengan kaki yang bisa dilipat dan tripod dengan kaki yang fleksibel, seperti gorillapod.Tidak hanya itu, ada pula tablepods, tripod dengan kaki mungil dan cocok ditaruh di permukaan datar seperti meja, jelas laman Android Authority. Tripod sangat berguna untuk membuat Objek video tetap stabil dan tidak berguncang. Selain itu, kamu tidak perlu repot-repot memegangnya dengan tangan. Anti capek dan anti pegal!

3. Kunci fokus secara manual, supaya titik fokus di Objek video tidak berpindah-pindah

HPbisa mendeteksi titik fokus dan menyesuaikan eksposur secara otomatis. Fitur ini berguna untuk mengambil foto dengan cepat, tetapi akan mengganggu jika diterapkan untuk merekam Objek video. Apabila ada sedikit gerakan, HPakan menyesuaikan ulang eksposur dan titik fokus. Lantas, efeknya apa pada Objek video?Terkadang, Objek video akan blur dan terlalu terang atau terlalu gelap dengan sendirinya. Oleh karena itu, lebih baik kunci titik fokus secara manual, saran laman University of St Andrews. Caranya ialah ketuk layar di bagian yang kalian inginkan, lalu ikon gembok yang terkunci akan muncul. Dengan ini, fokus tidak akan berpindah-pindah ke titik lain.

4. Jangan menggunakan digital zoom

Jangan coba-coba merekam Objek video lalu melakukan zoom in, kecuali jika smartphone-mu Huawei P30 Pro yang memiliki 5x optical zoom. Rata-rata zoom di kamera HPadalah digital zoom, bukan optical zoom. Membesarkan objek dengan digital zoom hanya akan membuat hasil menjadi pecah, pixelated, tidak visually appealing dan kurang fokus.Apabila kamu ingin membesarkan objek dalam Objek video, there's nothing you can do but walk instead. Lebih baik, berjalanlah mendekati objek dan merekam lebih dekat agar tidak merusak kualitas Objek video yang dihasilkan. Jenis lensa kamera HPadalah fixed lens, sama seperti lensa kamera dengan panjang fokal tetap dan tidak bisa di-zoom.

5. Perhatikan sumber pencahayaan untuk Objek video

Sama seperti fotografi, ada atau tidaknya cahaya sangat berpengaruh besar pada kualitas Objek video. Pencahayaan terbaik berasal dari cahaya alami, seperti sinar matahari.Tetapi, matahari tidak bersinar selama 24 jam penuh, kan? Oleh karena itu, kamu tetap butuh sumber cahaya lain untuk menerangi objek di Objek videomu.Tidak disarankan untuk menyalakan flash untuk menerangi objek di Objek video, karena akan membuat bagian depan menjadi sangat terang, sementara background akan menjadi gelap. Kamu bisa menambahkan extended lights seperti memakai portable LED lights. Cahaya buatan ini dijual bebas di pasaran dengan harga yang terjangkau.

6. Agar kualitas audio lebih baik, tambahkan mikrofon eksternal

Setelah tuntas membahas soal visual, kini beralih pada audio. Merekam Objek video dengan HP menghasilkan suara yang cenderung "apa adanya". Misalnya, saat kamu merekam vlog di pinggir jalan, suara-suara lain akan masuk dan mengganggu. Contoh, suara orang bercakap-cakap, suara mesin atau klakson kendaraan dan sebagainya.Agar tidak mengganggu, tambahkan mikrofon eksternal yang bisa disambungkan ke HPsecara langsung. Mikrofon ini bisa menangkap suara dengan baik dan menghasilkan output suara yang jernih. Dengan bantuan mikrofon eksternal, kamu tak perlu susah-susah melakukan editing untuk mengurangi noise pada audio!

7. Tidak semua hal cocok untuk di-slow motion

Beberapa merk HP menyertakan opsi merekam Objek video dengan mode slow motion. Tujuannya untuk menambahkan efek dramatis dan membuat Objek video menjadi lebih keren. But, don't overuse it, karena tidak semua hal cocok untuk di-slow motion. Kamu bisa merekam Objek video slow motion untuk menangkap gerakan yang luput dari mata.Kebalikannya, ada fitur timelapse di beberapa smartphone. Tujuannya berbanding terbalik dengan slow motion. Timelapse berguna untuk mempercepat Objek video dan memperlihatkan perubahan yang terjadi. Misalnya, perubahan langit saat senja, dari langit yang masih terang dan menjadi redup, lalu perlahan-lahan menjadi gelap.Nah, itulah 7 tips merekam Objek video di HP layaknya seseorang yang sudah profesional. Tak usah menunggu, langsung saja ambil hp dan praktikkan!


Teks Eksposisi Dalam Media Massa

Teks eksposisi memuat penilaian , dorongan atau ajakan - ajakan tertentu kepada khalayak .Bentuk teks eksposisi terutama di dalam media masa dapat berupa esai , tajuk rencana ataupun tanggapan kritis .


Tujuan teks eksposisi untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks ini maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

Struktur Teks Eksposisi

Ketiga struktur penyusun teks eksposisi sebagai berikut:

Ciri Ciri Teks Eksposisi

  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan

Iklan Sarana Komunikasi


Iklan merupakan salah satu bagian dari industri perdagangan.secara umum iklan dapat diartikan sebagai pemberitahuan yang bertujuan mendorong atau membujuk halayak ramai 

Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntuntan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering pula disebut moto atau semboyan

Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipajang di tempat- tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak.

Fungsi Iklan

1. Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik suatu produk juga berbagai manfaat yang mereka peroleh.

2. Fungsi transformasional, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses.