google-site-verification: google8b0c72b5c7533948.html 3c5d26825b916c5966857d3cf5202d49e2f91f2938a0f2f168

SENI BUDAYA Bab Perancangan Pementasan

 


SENI BUDAYA Bab Perancangan Pementasan

A Tujuan Pembelajaran 

Peserta didik mampu memahami dan melakukan aktifitas sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan dasar manajemen seni pertunjukan.

2. Mengidentifikasikan pekerjaan dan aktivitas yang ada dalam produksi seni pertunjukan.

3. Mengeksplorasi berbagai pekerjaan dan aktivitas yang ada produksi seni pertunjukan.

4. Mengasosiasikan pekerjaan dan aktivitas yang ada dalam produksi seni pertunjukan dalam kehidupan sosial budaya di masyarakat.

5. Mengomunikasikan jaringan kerja sama dalam suatu produksi seni pertunjukan secara sederhana dengan bahasa lisan maupun tulis maupun praktik kerja produksi seni pertunjukan.

6. Mengidentifikasikan pelatihan pemeranan dan melakukan latihan pemeranan sebagai persiapan pementasan.

7. Mengidentifikasi perancangan tata artistik dan melaksanakan perancangan tata artistik.

8. Mengasosiasikan perancangan pementasan dengan kehidupan sosial budaya di masyarakat.

9. Mengomunikasikan perancangan pementasan secara sederhana bahasa secara lisan maupun tulisan.

SENI BUDAYA Bab Seni Grafis

 SENI BUDAYA Bab Seni Grafis 

A Pengertian Seni Grafis 


Seni grafis termasuk karya seni rupa dwimatra yang dibuat untuk mencurahkan ide/gagasan dan emosi seseorang dengan menggunakan teknik cetak, sehingga memungkinkan pelipat gandaan karyanya. 

Seni grafis termasuk karya seni rupa Dwimatra yang dibuat untuk mencurahkan ide / gagasan dan emosi seseorang dengan menggunakan teknik cetak, sehingga memungkinkan pelipat gandaan karyanya. Istilah seni grafis dikenal juga dengan seni mencetak. Grafis berasal dari bahasa Yunani, “Graphien”, yang berarti menulis atau menggambar. Istilah grafis dari Bahasa Inggris adalah graph atau graphic yang berarti dapat membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Cetakan yang dimaksud disini adalah berupa Negatif Film yang bisa menciptakan bentuk, gaya, warna ataupun ragamnya yang sama.

Seni grafis diciptakan di atas permukaan yang disebut dengan plat (medium cetak), plat yang dijadikan sebagai media ini meliputi papan kayu, logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi.

Seni grafis lain yang disebut dengan cetak saring menggunakan lembaran kain berpori (screen-printing) yang direntang pada sebuah kerangka.

Seni grafis di Indonesia awalnya merupakan media alternative bagi seniman yang telah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. Secara kronologis, seni grafis muncul sekitar tahun 1950 –an, tokohnya adalah Mohtar Apin, Haryadi Suadi dari Bandung, Suromo dan Abdul Salam dari Yogyakarta. Membuat karya dengan teknik cukil kayu (woodcut) dan kebanyakan dari karyanya merupakan poster perjuangan.

Aktivitas Air

 Aktivitas Air 


A Sejarah Renang Gaya Bebas 

Renang Sebagai salah satu olah raga dalam aktivitas air memiliki banyak gaya ,seperti renang gaya bebas, renang gaya dada , remamh gaya punggung dan renang gaya kupu - kupu 

Cabang olahraga renang mempunyai gaya-gaya tertentu yang di antaranya gaya bebas. Gaya ini menyerupai cara berenang seekor binatang. Oleh sebab itu, gaya ini disebut gaya “Crawl” yang artinya merangkak. Gerakan asli dari gaya ini adalah menirukan gerakan anjing yang berenang atau dikenal dengan renang gaya anjing (Dog style). Gaya bebas ini disebut juga gaya “Rimau”, yang berasal dari kata “Harimau”.

Gerakan gaya bebas yang pertama adalah “Crawl Australia”, yaitu yang dilakukan dengan dua kali gerakan lengan dan disertai dua kali gerakan kaki.

Kemudian berkembang sesuai dengan penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan.

B Aktivitas Pembelajaran Gerak Spesifik Renang Gaya  Bebas 

Renang gaya bebas adalah renang yang dilakukan dengan sikap tubuh telungkup dan gerakan kaki mencambuk dengan gerak ke atas dan ke bawah secara bergantian. 

Dasar - Dasar Elektronika

 


Sejarah Elektronika

Sejarah elektronika dimulai dari abad ke-20, dengan melibatkan tiga buah temuan komponen utama, yakni tabung hampa udara (vacuum tube), transistor dan sirkuit terpadu (integrated circuit). Pada tahun 1883, Thomas Alva Edison berhasil menemukan bahwa elektron bisa berpindah dari sebuah konduktor ke konduktor lainnya melewati ruang hampa.

Komponen Dasar Elektronika

Komponen elektronika adalah berbagai komponen-komponen aktif seperti transistor, dioda dan IC, serta komponen-komponen pasif seperti resistor, kapasitor, dan induktor yang pada intinya berfungsi untuk mengendalikan aliran elektron atau partikel bermuatan listrik.

fungsi dari masing-masing jenis komponen elektronika dasar tersebut

Resistor

Resistor adalah komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Tegangan listrik tersebut memiliki resistensi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin. Nilai tegangan terhadap resistansi berbanding lurus dengan arus yang mengalir.

Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan, karena komponen ini memang berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. Satuan yang digunakan resistor adalah ohm.